Setiappelari yang mengikuti ajang perlombaan lari perlu mengetahui beberapa teknik. Salah satunya adalah teknik mencapai finish. Dalam buku Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan yang ditulis oleh Drs. Muhajir, M. Ed, (2007: 56) memaparkan bahwa teknik untuk melewati garis finish pada lari jarak menengah sama seperti pada lari jarak pendek.
Lari jarak pendek adalah salah satu unsur dari pendidikan jasmani dan kesehatan yang perlu dipelajari pengertian, teknik, manfaat dan peraturan dasarnya. Sederhananya seorang atlet pelari memanfaatkan kakinya dengan kecepatan paling tinggi guna mencapai target waktu secara singkat. A. Pengertian Lari Jarak Pendek B. Sejarah Lari Jarak Pendek C. Manfaat Lari Jarak Pendek 1. Perkembangan kekuatan otot ii. Meningkatkan Oksidasi Lemak atau pembakaran lemak 3. Meningkatkan sintesis protein, perkembangan otot yang maksimal tanpa lemak four. Meningkatkan kapasitas aerobik, tubuh jadi lebih bugar 5. Memaksimalkan kemampuan serat otot vi. Meningkatkan sensitivitas insulin, baik untuk latihan penyembuhan Diabetes 7. Meningkatkan kesehatan jantung D. Teknik atau Pengetahuan dasar Lari Jarak Pendek i. Teknik Start Lari Jarak Pendek a. Aba-aba bersedia b. Aba-aba siap c. Aba-aba Yaak ii. Teknik Lari Jarak Pendek a. Fase Topang b. Fase layang iii. Teknik Melewati Garis Finish E. Peraturan Lari Jarak Pendek 1. Peraturan Perlombaan ini adalah Diskualifikasi atau Hal-hal yang Dianggap Tidak Sah three. Lintasan 4. Peralatan five. Pembagian jarak F. Nomor lari jarak pendek M. Perbedaan lari jarak pendek dengan jarak menengah Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Buku Terkait Materi Terkait Apa saja yang termasuk lari jarak pendek? Bagaimana gerakan lari jarak pendek? Nomor apa saja yang termasuk lari jarak pendek? Apakah lari jarak pendek merupakan cabang atletik? A. Pengertian Lari Jarak Pendek Jadi begini, Sprinter pelari cepat / pelari jarak pendek seperti Mohammad Zohri Atlet Nasional, Juara ke 3 cabang lari 100 meter di Olimpiade, Gold Chiliad Prix Osaka 2019, Jepang melakukan teknik jenis lari yang dikuasainya ini dengan kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang garis lintasan yang telah ditentukan dari start hingga end guna meraih kemenangan berdasarkan catatan waktu yang paling singkat. Pelari jarak pendek disebut sprinter Zohri spesialis lari jarak 100 meter walaupun terdapat 200 meter dan 400 meter sebagai alternatif lintasan yang dilombakan pada lari jarak pendek. Berikut beberapa kajian pustaka perihal deskripsi teori hakikat lari jarak pendek sprint 100 meter Dalam bukunya Yoyo Bahagia 200011 menyatakan bahwa lari termasuk dalam fase layang adalah gerakan tubuh dimana kedua kaki ada saat melayang di udara kedua telapak kaki lepas dari tanah, berbeda dengan jalan dimana kaki selalu kontak dengan bumi atau tanah. Mochamad Djuminar menerangkan seorang pelari akan melakukan frekuensi langkah yang dipercepat, sehingga pada satu waktu kecenderungan badan melayang pada saat ia berlari. Artinya ketika kedua kaku melayang setidaknya ada setu kaku yang menopang tanah. Mochamad Djuminar A. Widya, 2004 13 Wikipedia mendefinisikan lari adalah gerakan tubuh gait dimana pada suatu saat ada fase layang, semua kaki tidak menginjak tanah. Jadi, berbeda dengan jalan yang salah satu kaki harus tetap ada sebagai penopang dan kontak dengan tanah, sedangkan lari merupakan gerakan tubuh dimana kedua kaki ada saat bisa melayang di udara atau tidak kontak dengan tanah. Jalan dan lari merupakan bagian dari kepelatihan dasar atletik yang di dalamnya mencakup berlatih-melatih, menyusun program latihan fisik, teknik, taktik, dan masih banyak lagi. Bagi Grameds yang ingin mempelajari lebih dalam, buku berjudul Kepelatihan Atletik Jalan dan Lari dari Dr. Suratmin, B. Sejarah Lari Jarak Pendek Berdasarkan catatan sejarah, lari jarak pendek mulai muncul pada abad ke-7 SM atau pada zaman Yunani Kuno serta berasal dari seorang prajurit Yunani Kuno. Pada saat itu, seorang prajurit tersebut ingin mengumumkan kemenangan Yunani dari Persia dan ia pun berlalri sambi membawa pesan untuk menyampaikan kepada sang Raja. Namun, tanpa diduga, setelah menyampaikan pesan atas kemenangan tersebut kepada sang Raja, beliau meninggal dunia. Sang raja yang mendengar kabar itu ingin memberikan penghormatan atas kematian prajurit tersebut dengan cara menyelenggarakan lomba lari jarak pendek. Zaman yang terus berkembang membuat lari jarak pendek semakin dikenal oleh masyarakat dunia. Hingga pada akhirnya, di tahun 1912 ada sebuah organisai yang menaungi olahraga atletik lari jarak pendek, yaitu IAAF International Association of Athletics Federation. Saat ini, sudah sekitar 212 negara sudah menjadi anggota IAAF. C. Manfaat Lari Jarak Pendek Tidak hanya manusia, bahkan hewanpun memanfaatkan lari sebagai cara tercepat bergerak menggunakan kaki. Pada satu waktu gerakan lari semua kaki tidak menginjak tanah, dalam istilah olahraga sebagai gerakan tubuh gait. Lari adalah salah satu bentuk latihan aerobik dan anaerobik. Pada Jurnal due east-Biomedik eBm, Volume 3, Nomor 1, Januari-April 2015 disebutkan Aerobik, merupakan aktivitas olahraga yang dilakukan secara terus menerus dengan intensitas rendah hingga sedang, seperti jalan kaki, lari, bersepeda dan jogging. Berbeda dengan anaerobik, aktivitas olahraga ini memerlukan intensitas tinggi dengan energi secara cepat dalam waktu singkat, namun tidak dengan durasi yang lama dan terus menerus. Bagi seorang pelari profesional, terutama pada jarak pendek, mereka akan menggunakan teknik-teknik khusus baik latihan Aerobik dan Anaerobik tadi. Teknik latihan ini akan bermanfaat membentuk tubuh mereka agar kelak siap berlari dengan cepat. Analisa biomekanikal metode mekanika dengan kajian struktur dan fungsi aspek mekanika dari sistem biologi, pada tingkat dari seluruh organisme sampai organ, sel dan organel sel dari para pelari menunjukkan perubahan pada tubuhnya antara lain, ketika melakukan gerakan-gerakan berlari adanya sudut yang besar dari lutut-lutut mereka. Disebutkan oleh Riyadi, 1982, untuk meningkatkan kinerja dari seorang pelari dibutuhkan pembentukan kekuatan dan tenaga otot yang maksimal, karena dalam lari jarak pendek dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut Speed Kecepatan Power Daya Ledak Otot Strength Kekuatan Coordination Koordinasi Gerakan Flexibility Kelenturan Agility Kelincahan Stamina Pada The Dart Project, sebuah channel Youtube yang membahas tentang pengetahuan sprint atau lari jarak pendek, disampaikan ada 7 Manfaat Sprint menurut Ilmu pengetahuan, antara lain 1. Perkembangan kekuatan otot Seperti kita ketahui bahwa Lari Jarak Pendek termasuk ke dalam jenis aktivitas olahraga anaerobik. Aktivitas Anaerobic dapat memformula glukosa menjadi energi tanpa menggunakan oksigen. Akibatnya, tubuh akan lebih bertenaga karena menyerap energi lebih banyak dan menggunakan sumber energi yang tersimpan di otot. two. Meningkatkan Oksidasi Lemak atau pembakaran lemak Oksidasi lemak pada dasarnya adalah proses dimana tubuh Anda membakar lemak dan menggunakannya untuk energi. Sebuah studi tahun 2018 meneliti efek dari hanya satu sesi latihan dan menunjukkan efek signifikan pada pembakaran lemak setelah latihan dan pengeluaran energi total Jaringan otot Anda. Biomedical Human Kinetics 10one118-126 – august 2018 three. Meningkatkan sintesis protein, perkembangan otot yang maksimal tanpa lemak Protein synthesis adalah proses dimana otot Anda membangun dan memperbaiki, ini berarti tubuh Anda akan menggunakan protein yang Anda konsumsi secara lebih efektif untuk membangun otot tanpa lemak. Sistem poly peptide melibatkan DNA dalam proses pembentukan poly peptide. Asam deoksiribonukleat, lebih dikenal dengan singkatan DNA Deoxyribonucleic acid merupakan materi genetik yang terdapat di dalam sel makhluk hidup, memiliki pewarisan sifat. Pada sebuah penelitian di tahun 2010 ditemukan bahwa ketika protein dan karbohidrat dikonsumsi langsung setelah sesi lari cepat, terjadi peningkatan sintesis protein. Ini mirip dengan jendela anabolik tepat setelah sesi latihan beban. 4. Meningkatkan kapasitas aerobik, tubuh jadi lebih bugar Kapasitas aerobik adalah jumlah oksigen maksimum yang dapat diambil tubuh kita dan disalurkan ke otot kita selama latihan intensitas tinggi, juga dikenal sebagai V02 Max. Mike Boyle adalah kepala pelatih penanganan kekuatan dan pengkondisian untuk Boston Red Sox dalam bukunya, sebuah kemajuan dalam pelatihan fungsional, Mike Boyle membahas lari cepat, dalam tulisannya “pelatihan interval mengembangkan kapasitas aerobik lebih baik daripada pelatihan aerobik. Cara tercepat untuk meningkatkan VO2 Max, ukuran standar kami kebugaran aerobik, melalui pelatihan interval.” Jadi artinya tubuh kita akan lebih segar karena jumlah oksigen dalam otot kita meningkat. v. Memaksimalkan kemampuan serat otot Beberapa komponen dasar seperti karakter, psikologis, proporsi tubuh, otot merah, otot putih dan suku, sering menjadi pertimbangan dalam pemilihan atlet Widhiyanti 2013 . Secara genetik tubuh seseorang rata-rata tersusun oleh 50% serabut otot tipe lambat dan 50% serabut otot tipe cepat pada otot yang digunakan untuk bergerak Quinn, 2013. Serabut otot sangat kecil sekali, salah satu bagian pada otot yang mudah lelah dengan cepat tetapi mereka sangat kuat, dalam satu “kejutan” mereka menghasilkan banyak tenaga dalam waktu singkat. Lari cepat dapat meningkatkan jumlah serat berkedut cepat untuk kemudian melatih serat yang sudah ada untuk merekrut lebih cepat guna menghasilkan lebih banyak jumlah manfaat daya. Joe McConkey, ahli fisiologi olahraga di Boston dan pelatih lari bersertifikat menyampaikan, dengan berlari, sebagian besar otot bekerja atau mengalami kontraksi eksentrik, yang merupakan beban terberat pada tubuh. Kita akan cenderung menyadari perubahan massa otot dan kekuatan nyata ketika intensitas berlari di perbanyak. Namun, kita akan memperoleh hasil yang prima, apabila kita memiliki catatan jarak yang baik dalam berlari. 6. Meningkatkan sensitivitas insulin, baik untuk latihan penyembuhan Diabetes Insulin adalah hormon yang menentukan bagaimana tubuh kita merespons karbohidrat. Sebuah studi tahun 2010 meneliti efek lari cepat pada insulin, mereka menemukan bahwa enam puluh menit latihan dengan intensitas tinggi selama 14 hari meningkatkan sensitivitas insulin. Menurunkan HbA1c pada pasien dengan diabetes tipe 2 dapat melalui aktivitas fisik terstruktur yang terdiri dari latihan daya tahan, latihan aerobik, atau gabungan keduanya. Dalam tulisan Umpierrez Et al., 2011, Latihan terstruktur dengan interval waktu lebih dari 150 menit perminggu dapat menurunkan HbA1c, interval waktu ini lebih efektif dalam proses penurunannya. Apalagi dengan mengkombinasikan antara aktivitas fisik dan diet yang sempurna akan sangat bermanfaat dengan nilai HbA1c lebih rendah. dari Jurnal Husada Mahakam Volume III No. 6, Nopember 2013, hal. 263 – 318 . Menurut Peirce, 1999 latihan olahraga sering direkomendasikan dalam pengelolaan penyembuhan penyakit DM tipe 1 dan DM tipe 2 dan dapat meningkatkan penyerapan glukosa menjadi energi dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan penimbunan lemak tubuh. vii. Meningkatkan kesehatan jantung Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika, terdapat Kematian pertahun, cukup memberikan kita informasi bahwa penyakit jantung adalah one dari 4 penyebab kematian. Sprinting tidak hanya memberikan bentuk sixpack perut kita namun mampu membuat jantung kita lebih kuat dan lebih efektif dalam melakukan tugasnya. pada tahun 2012, sebuah penelitian yang dilakukan dengan 4840 peserta yang menderita penyakit jantung koroner disimpulkan bahwa manfaat olahraga intensitas tinggi sangat positif, sehingga mereka sangat merekomendasikan bahkan untuk orang yang menderita penyakit jantung koroner. Masih banyak lagi manfaat Dart atau lari jarak pendek, namun 7 point di atas mudah-mudahan cukup mewakili dari manfaat olahraga lari jarak pendek. D. Teknik atau Pengetahuan dasar Lari Jarak Pendek Dalam setiap cabang olahraga, penting untuk mengetahui teknik serta latihan fisik yang tepat untuk kebutuhan serta tuntutannya, pada buku berjudul Pelatihan Kondisi Fisik dari Dikdik Zafar Sidik, Dr., Dkk. akan dibahas pelatihan yang tepat untuk setiap cabang olahraga yang ada, termasuk lari jarak pendek. Seorang pelari harus mengetahui pengetahuan dasar berlari cepat atau lari jarak pendek sebelum ia melangkah ke teknik berlari cepat. Bompa 1999 menjelaskan, beberapa hal mendasar yang harus dipahami oleh pelari jarak pendek sprinter, adalah sebagai berikut Mencondongkan tubuh sedikit ke depan saat berlari, sudut kedua lengan sedikit fleksi 90 derajat kemudian saat berlari tangan diayunkan searah. Kondisi rilek pada Otot-otot bagian depan dan kedua lengan. Kaki tungkai bawah ditolakan dengan kuat sampai lurus, dan pengangkatan pada depan diusahakan sampai posisi sejajar dengan tanah. Posisi ketinggian pinggang diusahakan sama selama berlari. Badan dicondongkan dengan serentak ke depan ketika mencapai finish, sehingga dada bisa menggapai pita. Setelah kita memahami urain Bompa 1999 tentang teknik dasar lari jarak pendek di atas, ada baiknya kita juga mempelajari beberapa teknik berikutnya agar memaksimalkan hasil dalam berlari jarak pendek. Berikut beberapa teknik lari jarak pendek 1. Teknik Beginning Lari Jarak Pendek Sebagai pelari pemula sebelum “start” diharuskan melakukan pemanasan tubuh terlebih dahulu. Menurut Purnomo 2007 23 seorang pelari harus melakukan persiapan awal sebelum berlari, itu dinamakan starting time, tujuan utamanya adalah mengoptimalkan pola lari cepat. Gambar teknik start lari jarak pendek. Ada tiga macam teknik start dalam lari cepat atau lari jarak pendek, yaitu sebagai berikut Start Pendek Agglomeration Start. Kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan diletakkan sejajar di sebelah kaki kiri, beri jarak sekitar satu kepal. Jari-jari tangan rapat dan ibu jari terpisah, keduanya diletakkan di belakang garis start. Showtime Menengah Medium Commencement. Kaki kiri tetap berada di depan, lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kanan, sejajar dengan tumit kaki kiri, beri jarak sekitar satu kepal. Jari-jari tangan rapat dan ibu jari terpisah, keduanya diletakkan di belakang garis showtime. Start Panjang Long Kickoff. Seperti dua teknik di atas, Kaki kiri diletakkan di depan lutut kaki kanan yang berada di belakang kaki kiri, beri jarak sekitar satu kepal. Jari-jari tangan rapat dan ibu jari terpisah, keduanya diletakkan di belakang garis showtime. Terdapat tiga urutan atau langkah-langkah teknik start lari jarak pendek dijelaskan Bompa 1999, antara lain sebagai berikut a. Aba-aba bersedia Gambar Ilustrasi Aba-aba bersedia, Lari Jarak Pendek. Ketika starter telah memberikan aba-aba bersedia, maka pelari akan bersiap menempatkan kedua kakinya menyentuh blok yang sudah dipersiapkan depan dan belakang, lutut kaki belakang diletakkan di tanah, sejajar dengan kaki kiri, terpisah selebar bahu. Jari-jari tangan membentuk huruf V terbalik dan berada di belakang garis first kemudian posisi kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedangkan mata harus tetap menatap lurus ke bawah. b. Aba-aba siap Gambar Ilustrasi Aba-aba siap, Lari Jarak Pendek. Setelah aba-aba siap di bunyikan, posisi badan sudah mulai berubah, tubuh mulai sedikit condong ke depan, angkat pinggang sedikit lebih tinggi dari bahu, karena posisi condong bahu bahu agak maju ke depan dari dua tangan. Kemudian lutut ditekan ke belakang, lutut kaki depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku 90 derajat, sedangkan kaki belakang pelari membentuk 120-140 derajat. c. Aba-aba Yaak Gambar Ilustrasi Aba-aba yaak, Lari Jarak Pendek. Setelah seorang starter memberikan aba-aba “yaak”, maka saat inilah seorang pelari mulai mengerahkan seluruh tenaganya. Posisi badan diluruskan dan diangkat kemudian kaki menjadi tumpuan keras pada kickoff blok untuk menghentak tenaga dorong. Kedua tangan diangkat dari tanah kemudian mengayun seirama dengan gerak lari. Kaki belakang mulai mendorong lebih kuat, kaki depan mendorong sedikit demi sedikit, namun dengan segera kaki belakang diayunkan ke depan dengan cepat sedangkan kondisi badan condong ke depan, posisi lutut dan pinggang diluruskan penuh, seperti membentuk sudut 45 derajat terhadap tanah pada saat akhir dorongan. ii. Teknik Lari Jarak Pendek Pada fase ini seorang pelari mengerahkan daya dan kecepatan dengan teknik berlari cepat yang sudah dipelajarinya. Purnomo 200733 menyampaikan, ada dua tahap dalam berlari cepat atau Sprint, antara lain sebagai berikut a. Fase Topang Gambar Ilustrasi fase topang dalam berlari cepat. Fase topang bertujuan untuk memperkecil hambatan saat menyentuh tanah dan memaksimalkan dorongan ke depan. Fase topang terdiri dari topang depan dan topang dorong. Adapun tekniknya adalah sebagai berikut Mendarat pada telapak kaki. Lutut kaki topang bengkok harus minimal pada saat amortisasi. kaki ayun dipercepat, pinggang, sendi lutut dan mata kaki dari kaki topang harus diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak. Paha kaki ayun naik dengan cepat ke suatu posisi horizontal. b. Fase layang Gambar Ilustrasi fase layang dalam berlari cepat. Fase layang tujuan fase ini intinya untuk memaksimalkan dorongan ke depan dan kemudian mempersiapkan penempatan kaki yang efektif saat menyentuh tanah. Adapun tekniknya adalah sebagai berikut Mengayunkan lutut kaki, bergerak ke depan dan ke atas. Dalam fase pemulihan Lutut kaki topang bengkok, irama ayunan lengan aktif namun rilek. Kemudian Kaki topang bergerak ke belakang. 3. Teknik Melewati Garis End Inilah salah satu teknik penentu saat pelari mencoba meraih kemenangannya yaitu Garis Finish. Pelari yang apabila bagian-bagian tubuhnya sudah dalam bidang vertikal dari sisi terdekat garis stop, maka ia dikatan sudah berhasil masuk finish, sesuai dengan peraturan dan garis yang telah disediakan. Bagian tubuh yang dimaksud adalah hampir seluruh bagian tubuh, seperti kepala, leher, lengan dan kaki. Muhtar 201114 menjelaskan, terdapat tiga teknik pada saat melewati garis finish pada lari jarak pendek atau sprinter, yaitu Mencondongkan dada kemudian menjatuhkannya ke depan. Salah satu bahu dijatuhkan ke depan. Secepat mungkin lari, sampai beberapa meter garis terminate terlewati. Teknik yang sering dilakukan adalah teknik apabila ada beberapa pelari sedang berkompetisi bersamaan melewati garis finish, maka pelari yang anggota tubuhnya menyentuh pita atau garis terlebih dahulu merupakan pemenangnya. E. Peraturan Lari Jarak Pendek Induk organisasi atletik internasional IAAF International Amateur Atloetik Federation atau tingkat nasional PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia mengatur peraturan perlombaan lari jarak pendek telah diatur dan ditetapkan oleh . Berikut peraturan untuk perlombaan lari jarak pendek one. Peraturan Perlombaan Garis get-go dan finish selebar 5 cm siku-siku dengan batas tepi dalam lintasan. Tepi garis outset dan tepi garis finish terdekat menjadi ukuran jarak perlombaan. “bersedia”, “siap” dan “ya” atau bunyi pistol adalah Aba-aba yang digunakan dalam lomba lari jarak pendek. Saat aba-aba “ya” atau bunyi pistol yang ditembakkan ke udara, semua peserta lomba lari mulai berlari. Peringatan diberikan maksimal 3 kali bagi peserta yang membuat kesalahan pada saat start. Pada perlombaan besar lari jarak pendek, dilakukan empat tahap, yaitu babak pertama, babak kedua, babak semifinal, dan babak final. Akan terjadi babak pertama jika jumlah peserta banyak, pemenang I dan Two tiap oestrus berhak maju ke babak berikutnya. ini adalah Diskualifikasi atau Hal-hal yang Dianggap Tidak Sah Hal-hal yang dianggap tidak sah yaitu Tiga kali melakukan kesalahan start. Melewati atau memasuki lintasan pelari lain. Berbuat curang mengganggu pelari lain. Keluar dari lintasan. Terbukti memakai doping atau obat perangsang. Peralatan dan Sarana Lari Jarak Pendek 3. Lintasan Setiap lintasan atau ban lari jarak pendek dibentuk di sebuah lapangan, antar jarak lintasan berukuran lebar 1,22 meter dengan jumlah eight buah. 4. Peralatan Sepatu spikes, outset block, tiang finish, stopwatch, dan bendera start atau pistol merupakan alat biasa digunakan dalam perlombaan lari jarak pendek. v. Pembagian jarak Lari jarak pendek 100m southward/d 400m gerak lari yang dilakukan dengan memaksimalkan semua teknik mulai dari kecepatan commencement, saat berlari sprint dan teknik memasuki garis end, sehingga menentukan baik buruknya catatan waktu yang ditempuh. Pada umumnya, lari jarak pendek menggunakan start jongkok. Jadi, Start Jongkok adalah teknik beginning yang biasa digunakan lari jarak pendek. Lari jarak menengah 800 m s/d 1500 g. Lari jarak jauh 3000m southward/d 42,195 km karena jaraknya cukup jauh, keduanya menggunakan commencement berdiri, dibutuhkan keterampilan yang sangat tinggi, karena terdiri atas pengerahan atau pemanfaatan tenaga yang maksimal dalam waktu yang relatif sangat singkat Agung, 2013. F. Nomor lari jarak pendek Lari merupakan olahraga yang sederhana, salah satu nomor yang diperlombakan dalam cabang olahraga atletik, baik yang bertaraf daerah, nasional maupun internasional. Cabang olahraga atletik ini terdiri dari beberapa nomor yaitu jalan cepat, lari lompat dan lempar. Seperti yang sudah dijelaskan di atas lari terdiri dari lari jarak pendek Dart, lari jarak menengah, lari jarak jauh serta marathon. Pada poin pembagian jarak, klasifikasi lari jarak pendek berdasarkan nomor lari diantaranya lari l meter, lari 100 meter, lari 200 meter dan lari 400 meter. Yard. Perbedaan lari jarak pendek dengan jarak menengah Situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud menerangkan perbedaan prinsip yang paling utama antara ketiga cabang olahraga atletik ini terletak pada tingkat kecepatannya. Karena jarak dari lintasan lomba lari jarak pendek termasuk singkat, sampai 400 m, maka para sprinter harus mengerahkan tenaganya agar secepat mungkin masuk garis end. Berbeda dengan lari jarak jauh, faktor kecepatan bukan jadi hal yang utama. Begitu pula dengan lari jarak menengah perbedaan jarak sangatlah menentukan. Menggunakan teknik menghemat tenaga serta berlari seefisien mungkin adalah faktor utama yang harus diperhatikan ketika berlari jarak jauh dan menengah. Kemampuan performa dan tenaga kunci utama dari pelari jarak jauh. Karena mengingat jarak yang ditempuh lebih jauh dari pada lari jarak menengah. Selain itu, perbedaan prinsip dan teknik diantara keduanya masih banyak lagi. Tumpuan kaki pelari adalah perbedaan selanjutnya. Para sprinter lebih banyak menggunakan tumpuan kaki paling depan, telapak kaki bagian depan sangat berpengaruh pada kecepatan. Tidak hanya pada tumpuan kaki, menjadi pembeda antara ketiga jenis lari tersebut. Pada lari jarak pendek, melatih kekuatan serta kecepatan otot sangat penting untuk dilakukan. Tumpuan telapak kaki paling depan menjadi faktor utama dari nomor lari ini. Teknik start yang tepat juga sangat berpengaruh karena membutuhkan tolakan yang kuat pada start jongkok. Sedangkan seluruh bagian telapak kaki digunakan sebagai tumpuan untuk lari jarak menengah dan lari jarak jauh. Frekuensi latihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta stamina lebih diutamakan dalam lari jarak menengah dan jauh. Nah, itulah penjelasan tentang lari jarak pendek, mulai dari teknik sampai hal-hal yang perlu dipersiapkan saat melakukannya. Jika Grameds menyukai olahraga maka lari jarak pendek bisa jadi pilihan olahrga sehari-hari yang mudah dilakukan namun tetap bisa menjaga kebugaran dan kesehatan kita. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Apa saja yang termasuk lari jarak pendek? Pada poin pembagian jarak, Lari jarak pendek memiliki nomor lari diantaranya lari l meter, lari 100 meter, lari 200 meter dan lari 400 meter. Bagaimana gerakan lari jarak pendek? one. Mencondongkan tubuh sedikit ke depan saat berlari, sudut kedua lengan sedikit fleksi 90 derajat kemudian saat berlari tangan diayunkan searah. ii. Kondisi rilek pada Otot-otot bagian depan dan kedua lengan. 3. Kaki tungkai bawah ditolakan dengan kuat sampai lurus, dan pengangkatan pada depan diusahakan sampai posisi sejajar dengan tanah. 4. Posisi ketinggian pinggang diusahakan sama selama berlari. 5. Badan dicondongkan dengan serentak ke depan ketika mencapai cease, sehingga dada bisa menggapai pita. Nomor apa saja yang termasuk lari jarak pendek? Lari jarak pendek 100m s/d 400m gerak lari yang dilakukan dengan memaksimalkan semua teknik mulai dari kecepatan commencement, saat berlari sprint dan teknik memasuki garis finish, sehingga menentukan baik buruknya catatan waktu yang ditempuh. Lari jarak menengah 800 m south/d 1500 g. Lari jarak jauh 3000m due south/d 42,195 km karena jaraknya cukup jauh, keduanya menggunakan get-go berdiri, dibutuhkan keterampilan yang sangat tinggi, karena terdiri atas pengerahan atau pemanfaatan tenaga yang maksimal dalam waktu yang relatif sangat singkat Agung, 2013. Apakah lari jarak pendek merupakan cabang atletik? Lari merupakan olahraga yang sederhana, salah satu nomor yang diperlombakan dalam cabang olahraga atletik, baik yang bertaraf daerah, nasional maupun internasional. Cabang olahraga atletik ini terdiri dari beberapa nomor yaitu jalan cepat, lari lompat dan lempar. Seperti yang sudah dijelaskan di atas lari terdiri dari lari jarak pendek Sprint, lari jarak menengah, lari jarak jauh serta marathon. ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.” Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Putri: 10 dan 10 km; Teknik Jalan Cepat. Jalan cepat adalah salah satu nomor pada cabang atletik yang resmi di perlombakan dalam kejuaraan - kejuaraan atletik, baik secara nasional ataupun internasional. Teknik dari pelaksanaan jalan cepat bisa dirinci sebagai berikut :
Jalan cepat atau biasa disebut race walking ini merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Meskipun hampir sama dengan cabang olahraga lari, tetapi kedua olahraga ini memiliki banyak perbedaan. Perbedaan antara jalan cepat dengan lari yang paling kentara yakni terletak pada gerakan kakinya. Pada race walking, salah satu kaki akan tampak selalu menyentuh atau berada di atas tanah. Sementara itu, pada lari, dalam beberapa momen kedua kaki akan tampak melayang di atas tanah. Selain itu, pada saat melakukan race walking, tubuh dari orang tersebut tidak boleh terasa kaku, terlebih pada bagian pinggul. Pinggul diketahui menjadi bagian penentu yang paling utama dalam gerakan jalan cepat. Gerakan pinggul yang nyaman dan rileks dapat menjadi gerakan olahraga jalan cepat menjadi sempurna. Meskipun olahraga race walking tampak mudah layaknya aktivitas manusia pada umumnya, tetapi jalan cepat memiliki teknik khusus dan aturan yang harus dipahami. Maka dari itu, bagi Grameds yang ingin belajar tentang jalan cepat, yuk simak ulasan berikut ini! Pengertian Jalan CepatSejarah Jalan CepatTeknik Dasar Jalan Cepat1. Teknik Awalan Start2. Teknik Posisi Badan3. Teknik Langkah Kaki4. Teknik Akhiran FinishFase Gerak Spesifik Jalan Cepat1. Fase Topang Tunggala. Gerak Spesifik Topang Depanb. Gerak Spesifik Topang Belakang2. Fase Topang GandaFase-Fase Aktivitas Teknik Jalan Cepat1. Fase Tumpuan Dua Kaki2. Fase Tarikan3. Fase Relaksasi4. Fase DoronganPeraturan Jalan CepatManfaat Jalan CepatRekomendasi Buku Olahraga Kelas IX1. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX2. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA Kelas XII3. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, jalan cepat bisa dipahami sebagai salah satu cabang olahraga atletik yang dilakukan dengan cara melangkah cepat ke depan dan kaki tidak pernah terputus dari menyentuh tanah. Cabang olahraga ini sudah biasa dilombakan dalam berbagai kompetisi, dari kancah daerah, nasional, hingga internasional. Sementara itu, berdasarkan dari buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2017 karangan Muhajir, jalan cepat dapat didefinisikan sebagai gerak maju langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa, sehingga kontak dengan tanah tidak terputus dan tetap terjaga. Sebagai cabang olahraga atletik yang dilombakan, olahraga race walking termasuk ke dalam tanggung jawab dari organisasi atletik dunia atau biasa dikenal dengan International Amateur Athletic Federation IAAF. Dilansir dari laman resmi IAAF, nomor jalan cepat yang dilombakan pada ajang olahraga terbesar di dunia, Olimpiade musim panas antara lain, yaitu jalan cepat 20 kilometer putra dan putri serta 50 kilometer putra. Sejarah Jalan Cepat Jalan cepat termasuk dalam cabang olahraga atletik yang bisa juga disebut sebagai “ibu atau induk” dari segala macam cabang olahraga. Hal ini dikarenakan olahraga ini menitikberatkan pada pergerakan badan menggunakan kaki ini dan merupakan olahraga paling tua di dunia. Gerakan atletik pada dasarnya sudah tampak sejak dimulainya kehidupan manusia purba. Aktivitas jalan, lari, lompat, dan lempar secara tidak sadar merupakan usaha manusia dalam melakukan adaptasi dengan lingkungan. Bisa jadi, aktivitas tersebut digunakan dalam usaha untuk menyelamatkan diri dari gangguan yang ada di sekitarnya. Pada tahun 390 SM, pembinaan suatu bangsa dipusatkan pada peningkatan kekuatan fisik terutama perkembangan menuju bentuk tubuh yang serasi dan harmonis. Sama halnya dengan perpaduan antara beberapa kegiatan seperti, gimnastik, gramika, dan musika. Meskipun demikian, olahraga race walking diketahui cukup susah untuk dibedakan dengan olahraga lari. Olahraga jalan cepat sendiri mulai tumbuh dan berkembang pada tahun 1867 di London, Inggris. Seiring berjalannya waktu, olahraga race walking 10 Km mulai dipertandingkan di lintasan salah satu cabang olahraga dalam ajang olahraga terbesar di dunia, yakni Olimpiade tahun 1912. Sementara itu, pada tahun 1956, olahraga jalan cepat telah sukses menjadi cabang olahraga resmi dan dipertandingkan dalam Olimpiade. Selanjutnya, pada Olimpiade tahun 1976, ada cabang olahraga race walking 20 km. Tidak berhenti di situ, pada Olimpiade tahun 1980 di Moskow, jalan cepat 50 km ditambahkan dalam nomor perlombaan. Di Indonesia sendiri, perlombaan race walking mulai ada sebagai nomor yang diperlombakan pada kejuaraan nasional atletik tahun 1978. Pada saat itu, jarak yang diperlombakan untuk putri, yaitu 5 km dan 10 km, sementara untuk putra yaitu 10 km dan 20 km. Teknik Dasar Jalan Cepat Sederhananya, olahraga jalan cepat dapat dilakukan dengan menggerakkan kaki ke depan sedemikian rupa. Tentu saja dengan catatan tapak kaki belakang harus selalu bersentuhan dengan tanah. Apabila kedua kaki melayang dari permukaan tanah pada saat melakukan gerakan maju, maka seorang atlet bisa terkena pelanggaran. Selama melakukan gerakan olahraga jalan cepat, kaki yang bergerak maju harus bersentuhan dengan tanah terlebih dahulu sebelum kaki belakang bergerak meninggalkan permukaan tanah. Selain itu, kaki penyangga diketahui harus selalu lurus dan tidak bengkok di bagian lutut pada saat posisi tegak. Teknik dasar jalan cepat pada dasarnya memiliki empat teknik, yaitu teknik awalan start, teknik posisi badan, teknik langkah kaki, dan teknik akhiran finish. Nah, berikut ini adalah penjelasan dari keempat teknik dasar dalam olahraga race walking, di antaranya yaitu 1. Teknik Awalan Start Teknik awalan atau biasa disebut start adalah teknik yang dilakukan sebelum memulai jalan cepat. Pada teknik awalan ini diketahui tidak ada gerakan khusus yang perlu dilakukan. Para peserta jalan cepat hanya perlu berdiri di belakang garis start. Nah, tahapan yang perlu dilakukan dalam teknik awalan pada olahraga race walking yaitu, sebagai berikut Peserta harus menunggu suara atau arahan “bersedia” di belakang garis start Peserta harus memposisikan kaki kiri tepat di belakang garis start dan kaki kanan berada di belakang kaki kiri Selanjutnya, badan peserta harus dicondongkan ke depan dengan kedua tangan dalam posisi rileks Pada saat terdengar “bunyi pistol” atau suara “ya” dari petugas, maka peserta dapat secepat mungkin melangkahkan kaki kanan sembari terlebih dahulu sembari disusul kaki kiri secepat mungkin serta dengan ayunan tangan dan pinggul yang rileks. 2. Teknik Posisi Badan Setelah berhasil melakukan teknik awalan, teknik berikutnya yang harus dikuasai yakni terkait posisi badan. Pada saat melakukan gerakan jalan cepat, peserta harus memiliki posisi badan yang tepat. Hal ini dikarenakan posisi badan sangat menentukan dalam melakukan jalan cepat secara efektif atau tidak. Maka dari itu, sikap atau posisi badan yang baik dan benar pada saat melakukan jalan cepat, yaitu memosisikan tubuh menghadap ke depan. Sementara itu, siku ditekuk sehingga membentuk sudut 90 derajat dengan ayunan lengan dan langkah kaki yang bergerak seirama. 3. Teknik Langkah Kaki Setelah memahami teknik posisi badan yang baik dan benar pada saat melakukan gerakan jalan cepat, teknik selanjutnya yang perlu dipahami adalah teknik langkah kaki. Teknik langkah kaki yang benar untuk jalan cepat yakni menitikberatkan pada massa atau berat tubuh di bagian paha. Hal dikarenakan bagian paha memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan olahraga jalan cepat. Sesuai dengan yang sudah dijelaskan sebelumnya, peserta jalan cepat wajib tetap berada di atas tanah pada salah satu bagian kakinya. Maka dari itu, teknik langkah kaki ini menjadi teknik yang cukup berpengaruh karena dapat dilakukan dengan cara menjaga ayunan kaki sekaligus menekuk lutut sesuai langkah yang diambil. Tidak hanya itu, bagian tumit kaki harus menyentuh tanah terlebih dahulu untuk menjaga kepastian posisi kaki. 4. Teknik Akhiran Finish Setelah berhasil melakukan teknik awalan, posisi badan, dan langkah kaki dengan tepat, maka teknik selanjutnya dari jalan cepat adalah teknik akhiran atau finish. Sekilas teknik akhiran ini cukup mudah untuk dilakukan, hanya saja teknik ini seringkali tidak dilakukan oleh para peserta pemula. Pada saat peserta olahraga jalan cepat menyentuh garis finis, peserta tidak diperbolehkan berhenti pada saat itu juga. Peserta diharuskan untuk tetap melakukan gerakan jalan cepat sampai sekitar lima meter dari garis finis. Setelah lebih dari lima meter, peserta dapat mulai menurunkan kecepatan hingga akhirnya berhenti dengan sempurna. Memperkenalkan olahraga sangatlah baik karena bisa menjaga kesehatan tubuhnya. Lebih baik lagi, jika memperkenalkan olahraga melalui berbagai macam pengetahuan olahraga, sehingga wawasan tentang dunia olahraga menjadi lebih banyak. Buku Ensiklopedia Anak Cerdas Olahraga merupakan buku yang cocok bagi si anak dalam menggali awal mula olahraga itu ada. Fase Gerak Spesifik Jalan Cepat Setelah mengetahui empat teknik dasar olahraga jalan cepat yang ideal. Gerakan jalan cepat dapat dilakukan dengan gerak yang lebih spesifik. Nah, berikut ini adalah fase gerak spesifik jalan cepat yang dikutip dari buku PJOK SMP Kelas VIII 2018, di antaranya yaitu 1. Fase Topang Tunggal Fase topang tunggal bisa dipahami sebagai sebuah fase persiapan untuk melakukan percepatan dan penempatan kaki dari tungkai yang bebas. Dalam melakukan fase ini, peserta dapat menggunakan dua cara, yaitu a. Gerak Spesifik Topang Depan Gerak spesifik topang depan dapat dilakukan dengan memosisikan kaki depan aktif dengan gerak penyiapan ke belakang. Peserta dapat melakukan fase penambahan sesingkat mungkin dengan lutut tungkai depan diluruskan. Selanjutnya, tungkai diayunkan melewati tungkai topang depan dengan lutut, dan tungkai bawah diusahakan untuk tetap rendah. b. Gerak Spesifik Topang Belakang Gerak spesifik topang belakang bisa dilakukan dengan posisi tungkai topang tetap lurus. Tungkai topang tetap diluruskan selama mungkin. Selanjutnya, kaki dari tungkai topang bisa diarahkan ke depan dan digulirkan sepanjang sisi luar telapak kaki hingga ujung jari kaki. Berikutnya, tungkai bebas dapat melintasi tungkai topang dengan lutut sembari tungkai bawah dipertahankan agar tetap rendah serta kaki depan bisa diletakkan. 2. Fase Topang Ganda Selain fase topang tunggal, fase topang ganda dapat dilakukan dengan cara menahan kontak dengan tubuh setiap saat. Dalam fase topang ganda, berikut ini adalah prinsip dasar yang perlu dilakukan, yaitu Kaki depan mendarat dengan lembut pada tumit. Semenatra, kaki belakang berada di posisi tumit yang diangkat. Selanjutnya, ayunkan kedua lengan secara bergantian. Fase-Fase Aktivitas Teknik Jalan Cepat Selain fase gerak spesifik jalan cepat, ada juga empat fase aktivitas teknik jalan cepat yang perlu diketahui, antara lain sebagai berikut 1. Fase Tumpuan Dua Kaki Fase yang pertama adalah gerakan tumpuan dua kaki. Fase ini dapat dilakukan dengan sangat singkat. Ketika kedua kaki bersentuhan dengan tanah, pada saat itu juga berakhir dorongan sekaligus diikuti oleh gerakan tarikan. Tarikan yang dilakukan dengan lebih lama dapat menjadikan gerakan berlawanan pada bahu dan pinggul. 2. Fase Tarikan Selanjutnya, fase gerakan tarikan yang kedua bisa mulai dilakukan setelah gerakan sebelumnya selesai. Gerakan tarikan ini dilakukan dengan kaki depan melalui kerja tumit dan koordinasi semua bagian badan. Gerakan ini bisa selesai pada saat posisi badan berada di atas kaki penopang. 3. Fase Relaksasi Fase gerakan relaksasi ini terletak antara selesainya fase tarikan dan awal dari fase dorongan kaki. Posisi pinggang harus berada pada bidang yang sama dengan bahu atau lengan vertikal dan paralel di samping badan. 4. Fase Dorongan Fase keempat atau fase dorongan dapat dilakukan ketika fase sebelumnya sudah selesai. Pada saat titik pusat gravitasi badan difokuskan pada kaki tumpu, maka kaki yang baru saja menyelesaikan tarikan bisa memulai gerakan dorongan. Selanjutnya, kaki yang lain dapat bergerak maju dan diluruskan. Setelah itu, pada saat melangkah ke depan dengan jangkauan gerak yang lebar, pinggang akan berada pada sisi yang sama dan maju searah, sehingga menjadi suatu leksibilitas yang besar. Hal ini semakin memberikan dorongan ke tubuh dan kaki dengan tujuan untuk mempercepat langkah pada jalan cepat. Berikutnya, lengan dapat berfungsi sebagai penyeimbang secara diametris atau wajar dan berlawanan dengan kaki. Peraturan Jalan Cepat Sebagaimana perlombaan, ada beberapa aturan yang ditetapkan agar olahraga jalan cepat bisa terlaksana dengan adil dan sportif. Berikut ini adalah peraturan jalan cepat yang telah ditetapkan oleh IAAF, di antaranya yaitu Jalan cepat harus dilakukan dengan kaki depan menginjak tanah saat kaki bagian belakang diangkat untuk melangkah. Jika atlet tidak melakukan hal tersebut maka atlet dianggap melanggar. Peserta didiskualifikasi jika mendapat tiga kartu merah dari tiga juri yang berbeda. Kartu merah diberikan oleh ketua juri. Jika baru pelanggaran awal, atlet hanya diberi kartu kuning. Saat memulai awalan atau start harus dilakukan dengan berdiri. Atlet tidak boleh menyentuh tanah dengan tangannya. Atlet dianggap memenangkan pertandingan jika tubuh atlet bukan kepala, lengan atau kaki berhasil melewati garis finish. Manfaat Jalan Cepat Bagi Grameds yang bosan dengan olahraga berlari, olahraga jalan cepat bisa menjadi salah satu alternatifnya. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan pada saat melakukan jalan cepat. Aturan olahraga ini pun cukup mudah, setiap satu kilometer dalam 12 menit atau jarak 5 kilometer ditempuh dalam waktu 1 jam. Kamu bisa menggunakan ponselmu atau jam tangan untuk menghitung kecepatan jalannya. Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari olahraga jalan cepat dikutip dari situs Mayo Clinic, yaitu Menjaga berat badan yang sehat. Mencegah sekaligus mengelola berbagai kondisi, termasuk penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, kanker, dan diabetes tipe 2. Meningkatkan fungsi jantung. Menguatkan tulang dan otot tubuh. Memperbaiki suasana hati, kemampuan berpikir, memori, dan kualitas tidur karena bisa mengurangi stres. Memperkuat sistem kekebalan tubuh. Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh. Semua manfaat di atas tentu saja lebih banyak dibandingkan jalan biasa. Mengingat olahraga jalan cepat juga dapat membakar kalori lebih banyak ketimbang jalan biasa, hal ini sangat efektif untuk teman-teman yang sedang dalam proses untuk menurunkan berat badan. Jadi, apakah kamu tertarik untuk melakukan olahraga jalan cepat? Grameds bisa melakukan olahraga jalan cepat kapan saja, baik itu hari libur maupun sebelum dan sehabis pulang kerja. Kamu hanya perlu menghitung waktu dan langkah kaki Nah, seperti yang sudah dijelaskan di atas, cara melakukan gerakan jalan cepat hanya dengan memosisikan tubuh, langkah, dan gerakan tangan dan kaki yang sinkron. Rekomendasi Buku Olahraga Kelas IX Artikel jalan cepat ini pasti sangat cocok bagi sahabat Grameds yang sedang penasaran dengan salah satu olahraga atletik ini. Nah, berikut ini adalah beberapa buku yang bisa menjadikan Grameds semakin tahu dengan olahraga jalan cepat dan lainnya. 1. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX 2. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA Kelas XII 3. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX Itulah pembahasan tentang jalan cepat, mulai dari pengertian, sejarah, teknik dasar, peraturan, hingga manfaatnya. Bagi Grameds yang ingin mendapatkan buku tentang jalan cepat bisa dapatkan di Sebagai SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu memberikan produk terbaik agar kamu memiliki informasi LebihDenganMembaca. BACA JUGA Pengertian dan Macam-Macam Olahraga Atletik Pengertian Atletik Sejarah dan Jenis-Jenis Cabang Olahraga Atletik Perbedaan Jalan dan Lari dari Berbagai Sisi, Mulai Bahasa Hingga Tekniknya Pengertian Lari Estafet Sejara, Jenis Perlombaan, dan Teknik-Tekniknya Lari Jarak Pendek Pengertian, Manfaat, Teknik Dasar, dan Peraturan ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
2 Peraturan jalan cepat : 1) Pada waktu melangkah salah satu kaki harus selalu tetap kontak dengan tanah. a) Gagal atau tidak memenuhi definisi jalan cepat pada waktu perlombaan. c) Pada lomba jalan cepat yang dilaksanakan di track (lintasan) peserta yang terkena diskualifikasi harus meninggalkan lintasan.
Jalan cepat sudah menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di berbagai kejuaran nasional hingga internasional. Karena itu, melakukan gerakan jalan cepat sebenarnya bukan hanya soal kecepatan, tapi juga teknik. Dengan melakukan teknik jalan cepat yang tepat maka Anda bisa mendapatkan manfaat yang maksimal dari olahraga ini. Apalagi, berjalan lebih cepat dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi kesehatan dibandingkan berjalan dengan kecepatan lebih rendah untuk jarak yang sama. Teknik jalan cepat Saat melakukan jalan cepat, ayunan tangan adalah komponen yang penting Sesuai namanya, jalan cepat adalah olahraga berjalan dengan kecepatan tinggi hingga dapat meningkatkan detak jantung. Saat melakukan jalan cepat, seseorang bisa mencapai kecepatan hingga 6,5 km per jam atau lebih cepat. Bahkan, pada olahraga jalan cepat yang dipertandingkan di olimpiade, para atlet bisa berjalan dengan kecepatan hingga 16 km per jam. Jika dibandingkan dengan berlari atau jogging, jalan cepat adalah olahraga yang lebih ideal untuk orang yang memiliki masalah persendian atau individu yang baru memulai untuk berolahraga. Namun, olahraga jalan cepat bukan hanya sekadar kecepatan. Dibutuhkan teknik yang tepat pula untuk mencapai hasil yang maksimal Teknik pelaksanaan jalan cepat dapat adalah sebagai berikut a. Cara start Jalan cepat adalah perlombaan atletik yang menggunakan start berdiri tetapi tidak ada teknik khusus untuk dipelajari. Saat melakukan start sebelum melakukan jalan cepat, kaki kiri ditempatkan di belakang garis start, dan kaki kanan lebih belakang dari kaki kiri. Posisi badan agak condong ke depan dan kedua tangan rileks. Saat aba-aba “Ya!” atau bunyi lainnya untuk memulai, Anda dapat segera melangkahkan kaki kanan ke depan dan terus berjalan. b. Langkah Untuk melangkah ketika melakukan jalan cepat, awali dengan mengangkat paha dan ayunkan ke depan lutut, dengan posisi tungkai bawah lemas. Saat paha mengayun, maka tungkai bawah akan ikut terayun ke depan, menyebabkan lutut menjadi lurus. Sementara itu, kaki yang tidak mengayun menjadi kaki tumpuan. Kaki yang berayun kemudian akan kembali menapak tanah, lalu setelah itu, tumit di kaki tumpuan mulai terangkat dan begitu seterusnya hingga mencapai garis finish. Pastikan selalu ada kaki yang menumpu, jadi tidak ada saat tubuh melayang seperti dalam olahraga lari. c. Condongkan badan Saat melakukan jalan cepat, maka seluruh tubuh mulai dari kepala, dada, punggung, pinggang hingga kaki posisinya sedikit condong ke depan. d. Ayunan lengan Teknik jalan cepat selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah ayunan lengan. Tekuk siku kurang lebih 90 derajat. Pada saat mengayunkan lengan kiri ke depan, maka pada saat bersamaan angkat paha dan kaki kanan. Demikian juga sebaliknya, koordinasikan ayunan lengan kanan bersamaan dengan kaki kiri. e. Penyelesaian finish Tidak ada teknik jalan cepat khusus saat memasuki finish. Anda bisa jalan terus sampai melewati garis finish, dan mulai menurunkan kecepatan setelah melewati kira-kira tiga sampai lima meter dari garis. Pemindahan badan dan kaki satu ke kaki yang lain harus terlihat jelas. Ini akan terlihat pada gerak panggul. Gerakan ini perlu dilakukan agar langkah bisa serasi, lancar, dan membuat Anda tidak cepat lelah. Sikap dan gerakan dalam teknik jalan cepat yang efisien adalah badan dalam posisi tegak, pandangan lurus ke depan, siku ditekuk sementara tangan dikepalkan dengan rileks. Baca Juga Seputar Brisk Walking dan Manfaatnya untuk Kesehatan Jenis jalan cepat Pertandingan jalan cepat olimpiade Jalan cepat sendiri bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu 1. Power walking Power walking adalah teknik jalan cepat yang berfokus menggunakan gerakan lengan untuk menyeimbangkan tubuh dan menambah kecepatan. Elemen kuncinya adalah menekuk lengan dan mempelajari gerakan lengan yang tepat untuk menghindari penggunaan gerakan yang akan membuat tubuh lebih cepat lelah hingga bisa mengurangi kecepatan. 2. Racewalking Racewalking adalah jenis jalan cepat yang dilakukan dengan teknik formal tertentu yang akan dinilai secara rinci pada kompetisi. Saat melakukannya, lutut perlu dijaga agar tetap lurus dan tidak ditekuk sejak kaki depan menyentuh tanah. Atlet racewalking juga menggunakan gerakan lengan untuk meningkatkan kecepatan mereka. Menggunakan teknik ini akan menghasilkan aksi gerakan rolling-hip yang khas dari pembalap. 3. Racewalking gaya Olimpiade Ini adalah olahraga jalan cepat jarak jauh yang telah menjadi bagian dari Olimpiade sejak tahun 1906. Pembalap jalan cepat gaya Olimpiade perlu menempuh lintasan sejauh 20 kilometer untuk pria dan wanita dan lintasan 50 kilometer untuk pria saja dengan kecepatan 16 Km per jam atau lebih. Baca Juga Mengenal Olahraga Jalan Mundur dan Manfaatnya untuk Kesehatan Manfaat jalan cepat Manfaat jalan cepat salah satunya mengurangi risiko penyakit kronis Untuk mendapatkan manfaat olahraga jalan cepat, tentunya Anda tidak harus memiliki kecepatan setara atlet Olimpiade. Hanya dengan mempercepat langkah berjalan dan menerapkan teknik jalan cepat yang tepat, Anda dapat memperoleh berbagai manfaat kesehatan, meliputi 1. Meningkatkan rentang hidup Dilansir dari Very Well Heatlh, pakar dari National Institutes of Health dan lainnya mengungkapkan bahwa salah satu manfaat berjalan kaki, dengan kecepatan apa saja, dapat bermanfaat menurunkan risiko semua penyebab kematian dan meningkatkan rentang hidup seseorang. 2. Meningkatkan kualitas hidup Rutin melakukan jalan cepat dapat membantu Anda menjadi lebih bugar dan mengurangi risiko penyakit. Ini dapat membuat Anda bisa tetap mandiri meski kelak sudah berusia tua dan meningkatkan kualitas hidup Anda. Peningkatan aliran darah ke otak dengan berjalan cepat juga dapat membantu meningkatkan kemampuan mental dan kinerja Anda. Ini dapat mendorong peningkatan dalam perhatian, konsentrasi dan motivasi hidup. 3. Mengurangi risiko penyakit kronis Jalan cepat termasuk pada aktivitas fisik yang dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung, demensia dan diabetes tipe 2. Selain itu, jalan cepat juga dapat meningkatkan kualitas tidur serta mengurangi gangguan tidur. Secara fisik, orang yang sering jalan cepat juga dapat memiliki tulang yang lebih kuat, otak yang lebih sehat, serta fisik dan mental yang lebih baik. 4. Meningkatkan kesehatan kardiovaskular Berjalan dengan kecepatan yang lebih tinggi dari biasanya akan mendorong detak jantung ke zona yang lebih tinggi. Jika jalan santai dapat mempertahankan detak jantung di zona intensitas rendah, maka jalan cepat akan meningkatkan detak jantung ke zona intensitas sedang. Detak jantung pada zona intensitas sedang dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular, menurunkan detak jantung istirahat dan memperkuat kondisi jantung Anda. 5. Membangun otot dan tulang yang kuat Manfaat teknik jalan cepat bagi kesehatan lainnya adalah meningkatkan jangkauan gerak dan menggeser tekanan dari persendian ke otot. Efek ini dapat meningkat jika Anda berjalan melalui jalur yang menanjak. Anda juga disarankan untuk melakukan latihan beban beberapa kali seminggu untuk mendapatkan manfaat yang terbaik. 6. Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh Berjalan dengan kecepatan tinggi secara rutin dapat membantu melindungi Anda dari penyakit flu. Harvard Health Publishing dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa sebuah penelitian yang dilakukan lebih dari 1000 partisipan pria dan wanita menemukan bahwa berjalan setidaknya 20 menit yang dilakukan selama 5 kali dalam seminggu dapat memperpendek durasi flu sekitar 43% daripada mereka yang berolahraga hanya seminggu sekali. Rutin berjalan cepat juga dapat membuat otot lebih kuat, terutama otot kaki dan perut. Meskipun tidak berdampak sebanyak lompat atau latihan beban, jalan cepat termasuk ke dalam latihan berdampak yang dapat bermanfaat bagi tulang dan persendian. Baca JugaMacam-Macam Gaya Renang yang Bisa Anda Pelajari4 Perlengkapan Olahraga untuk Resolusi Tahun Baru yang Lebih SehatIni Cara Main Olahraga Bridge, Anda Harus Coba! Itulah informasi seputar teknik jalan cepat dan manfaatnya bagi kesehatan. Teknik jalan cepat yang biasa digunakan dalam perlombaan jalan cepat bukanlah gerakan alami dan perlu dipelajari. Cara terbaik mempelajarinya adalah dengan belajar dari pelatih pribadi yang dapat memberikan bimbingan dan umpan balik.
Atletjalan cepat Indonesia, Hendro, melakukan selebrasi saat memasuki garis finish pada final jalan cepat 20.000 meter putra SEA Games XXIX di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (22/8/2017). Keempat teknik dasar jalan cepat itu adalah teknik awalan atau start, posisi badan, langkah kaki, dan teknik akhiran (melewati garis
Materi jalan cepat – Tahukah kamu apa itu jalan cepat? Ya, jalan cepat termasuk salah satu cabang olahraga atletik yang tidak jauh beda dengan olahraga lari. Olahraga jalan cepat yang juga disebut dengan istilah race walking bertujuan untuk mengembangkan berbagai pola gerak dasar berjalan, terutama yang memiliki ciri gerak lokomotor. Nah dalam kesempatan kali ini kita akan bahas tuntas mengenai “materi jalan cepat” mulai dari sejarah jalan cepat, pengertian jalan cepat, teknik-teknik jalan cepat, tahapan jalan cepat, peraturan jalan cepat, karakteristik jalan cepat hingga manfaat jalan cepat. Oke nggk usah lama-lama ya simak materi jalan cepat berikut ini. [su_heading size=”34″ margin=”40″]Materi Jalan Cepat[/su_heading] Sejarah Jalan Cepat sejarah jalan cepat Tahukah kamu sejarah jalan cepat? jadi, jalan cepat adalah salah satu nomor atletik yang harus dilakukan dengan segala kesungguhan. Sejarah jalan cepat pertama kali pada tahun 1912, untuk jalan cepat 10 km diselenggarakan pada lintasan sebagai salah satu nomor olimpiade pada tahun 1976 tercantum nomor jalan cepat 20 km, dan sejak tahun 1956 dipertandingkan dalam olimpiade. Akan tetapi pada saat olimpiade tahun 1980 di Mokswa, olahraga jalan cepat 50 km dicantumkan kembali dalam nomor perlombaan. Di akhir-akhir ini perlombaan jalan cepat bertambah banyak penggemarnya dan mulai dikenal di seluruh dunia. Pada olimpiade modern perlombaan jalan cepat 20 km, dan 50 km telah lama menjadi nomor yang selalu ada dalam perlombaan jalan cepat. Sejarah jalan cepat di Indonesia sebagai nomor yang diperlombakan pada kejuaraan nasional atletik yakni pada tahun 1978. Jarak yang diperlombakan di indonesia yakni untuk wanita 5 km dan 10 km, sedangkan untuk pria 10 km dan 20 km. Nah itulah sejarah singkat olahraga jalan cepat yang bisa kamu ketahui. Adapun sesosok yang mengharumkan nama indonesia adalah Hendro yakni atlet jalan cepat yang meraih medali emas 4 kali berturut-turut. Yuk lanjut ke materi jalan cepat berikutnya, yakni kita akan bahas tentang pengertian jalan cepat seperti di bawah ini. Pengertian Jalan Cepat pengertian jalan cepat adalah Membicarakan tentang materi jalan cepat pertama kita harus tahu dulu apa itu jalan cepat? Untuk mengetahui definisi dari jalan cepat, maka kita bahas dulu mengenai pengertian jalan cepat berikut ini. Pengertian jalan cepat adalah sebuah gerakan maju dimana kaki akan melangkah dengan hubungan yang tidak terputus dengan tanah. Ketika seseorang berjalan cepat, maka ia harus memastikan bahwasanya kaki depan harus selalu menyentuh tanah sebelum kemudian kaki belakang tidak menginjak tanah. Lebih sederhananya, pengertian jalan cepat adalah seperti halnya berjalan pada umumnya. Akan tetapi ada penambahan kecepatan atau frekuensi langkah dan teknik gerakan. Adapun tekniknya akan kami bahas dipenjelasan berikutnya. Dalam perlombaan resmi, olahraga jalan cepat umumnya memakai lintasan sepanjang 5 dan 10 km untuk putri, 20 dan 50 km untuk putra. Jalan cepat pertama kali dipertandingkan dalam kejuaraan resmi di London Inggris pada tahun 1867, kemudian seiring perkembangan zaman olahraga jalan cepat menyebar di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Indonesia yang pada saat itu menyelenggarakan jalan cepat pertama sebagai nomor yang diperlombakan pada kejuaraan nasional atletik tahun 1978. Jarak yang diperlombakan ialah untuk wanita 5 km da 10 km, sedang untuk pria 10 km dan 20 km. Nah itulah gambaran sekilas tentang pengertian jalan cepat, yang mana pada intinya jalan cepat adalah seperti jalan pada umunya hanya saja dengan penambahan kecepatan dan menggunakan teknik gerakan khusus. Seperti apakah teknik jalan cepat? yuk simak penjelasan selengkapnya mengenai teknik-teknik jalan cepat di bawah ini. Teknik Jalan Cepat teknik jalan cepat Setelah mengenal apa itu pengertian jalan cepat? maka tibalah pada materi jalan cepat yang inti yaitu teknik dasar jalan cepat yang hendaknya kamu ketahui terbagi menjadi 3 bagian. Ada 3 teknik jalan cepat, diantara lain adalah sebagai berikut 1. Teknik start jalan cepat Teknik dasar jalan cepat yang pertama adalah teknik start jalan cepat, yang dilakukan dengan start berdiri, karena start dalam jalan cepat tidak memiliki pengaruh yang berarti, maka tidak perlu ada teknik khusus yang harus dipelajari atau dilatih. Sikap start pada umumnya menggunakan aba-aba “bersedia” peserta menempatkan kaki kiri di belakang garis start, sedang kaki kanan di samping belakang kaki kiri, dengan badan agak condong ke depan dan kedua lengan rileks. Pada aba-aba “ya” atau tembakan pistol, segera langkahkan kaki kanan ke depan. 2. Teknik melangkah jalan cepat Teknik dasar jalan cepat selanjutnya yaitu teknik melangkah jalan cepat. Teknik dasar jalan cepat saat melangkah yang benar yaitu kaki digerakkan ke depan dengan berat atau beban tubuh bertumpu pada paha. Ketika menggerakkan kaki ke depan, lutut sedikit ditekuk seiring dengan ayunan kaki. Saat kaki mendarat di tanah, hal yang harus diperhatikan adalah bagian tumit yang mendarat pertama lalu ujung kaki. Begitu seterusnya selalu ada kaki yang menumpu, jadi tidak ada kaki yang melayang. 3. Teknik finish jalan cepat Teknik jalan cepat yang terakhir adalah teknik finish. Sikap badan jalan terus hingga memasuki finish. Ketika jarak mencapai 5 meter, maka peserta hendaknya mengendorkan kecepatan. Hal ini bertujuan agar posisi kaki tidak melayang. Oleh sebab itu pemindahan berat badan dari kaki satu ke kaki lainnya harus jelas pada gerak panggul. Nah itulah teknik-teknik jalan cepat yang harus kamu ketahui, yang mana ada tiga teknik yaitu teknik start, teknik melangkah, dan teknik finish. Oke, karena pembahasan mengenai teknik jalan cepat telah selesai. Maka kita akan lanjut ke materi jalan cepat berikutnya yakni kita akan bahas mengenai tahapan-tahapan jalan cepat, apa saja tahapannya? Yuk simak berikut ini. Tahapan Jalan Cepat tahapan jalan cepat Olahraga jalan cepat juga memiliki beberapa tahapan atau fase yang akan kamu ketahui, 4 Fase jalan cepat yaitu terdiri dari fase tumpuan kedua kaki, fase tarikan, fase relaksasi, dan fase dorongan. Berikut adalah fase atau tahapan-tahapan jalan cepat berserta penjelasannya yang ada dibawah ini. 1. Jelaskan fase tumpuan kedua kaki pada jalan cepat? Tumpuan kedua kaki adalah fase atau tahapan gerakan tumpuan kedua kaki yang terjadi sangat singkat. Pada saat kedua kaki menyentuh tanah, saat itu pula berakhir dorongan yang diikuti gerakan tarikan. Tarikan ini lebih lama dan menyebabkan gerakan berlawanan antara bahu dan pinggul. 2. Jelaskan fase tarikan dalam teknik dasar jalan cepat? Pada tahapan atau fase tarikan dalam jalan cepat dilakukan dengan menunggu gerakan selesai terlebih dahulu. Gerakan ini dilakukan oleh kaki depan akibat kerja tumit dan koordinasi seluruh badan. Gerakan ini selesai apabila badan berada di atas kaki penopang/tumpuan kedua kaki. 3. Jelaskan fase relaksasi pada jalan cepat? Tahap relaksasi dalam jalan cepat adalah tahap antara tahap awal saat melangkahkan kaki ke depan dan ketika akan melakukan tarikan kaki belakang. Pada tahap ini pinggang berada pada posisi yang sama dengan bahu, sedangkan lengan vertikal dan paralel disamping badan. 4. Jelaskan fase dorongan dalam teknik dasar jalan cepat? Tahapan jalan cepat yang keempat adalah fase dorongan yang dilakukan apabila fase terdahulu selesai dan titik gravitasi badan mengambil alih kaki tumpu. Nah itulah 4 tahapan dalam jalan cepat yang harus kamu ketahui dan pahami sebelum lanjut ke materi jalan cepat yang selanjutnya yaitu materi tentang peraturan jalan cepat. Tahukah kamu apa saja peraturan jalan cepat? Yuk simak penjelasannya di bawah ini. Peraturan Jalan Cepat peraturan jalan cepat Bukan saja olahraga lari yang memiliki peraturan, jalan cepat juga memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi para atlet. Pastikan untuk menjalankannya yah… Oke langsung saja berikut adalah peraturan-peraturan jalan cepat yang harus kamu ketahui apalagi kalau kamu mau jadi atlet wajiblah ya. 1. Pada saat melangkah salah satu kaki harus selalu kontak dengan tanah 2. Didiskualifikasi larangan melanjutkan perlombaan disebabkan oleh Gagal atau tidak memenuhi definisi jalan cepat pada waktu perlombaan Melakukan pelanggaran pada saat perlombaan berlangsung. Pada perlombaan jalan cepat yang dilaksanakan di track lintasan, peserta yang terkena diskualifikasi harus meninggalkan lintasan. Jika dilaksanakan di jalan raya, peserta harus mencopot nomer dada dan segera keluar meninggalkan perlombaan. 3. Biasanya peserta pada perlombaan jalan cepat diberi peringatan terlebih dahulu apabila melakukan pelanggaran sebanyak satu kali. Bila berbuat lagi, maka akan langsung didiskualifikasi. Nah itulah peraturan-peraturan yang terdapat pada olahraga jalan cepat yang harus kamu pahami. Untuk materi selanjutnya yakni kita akan bahas mengenai karakteristik jalan cepat. Apa saja itu? yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. Karakteristik Jalan Cepat karakteristik jalan cepat Secara umum karakteristik gerak dasar jalan cepat tidak jauh beda dengan karakteristik gerak dasar jalan biasa. Hanya saja pada gerakan tertentu gerak dasar jalan cepat lebih kompleks. Berikut adalah karakteristik jalan cepat Angkat paha kaki ayun ke depan lutut. Tungkai bawah bergantung rileks sembari mengayun paha ke depan. Tungkai bawah ikut terayun ke depan sehingga lutut menjadi lurus. Saat mendaratkan kaki ke tanah, terlebih dahulu harus tumit kaki. Bersamaan dengan mengangkat tumit, ujung kaki tumpu lepas dari tanah ganti dengan kaki ayun. Posisi badan, kepala, punggung, dada, pinggang hingga tungkai saat melangkah sedikit condong ke depan. Siku dilipat 90 derajat, ayunkan lengan kiri ke depan bersamaan dengan mengangkat paha dan kaki kanan. Koordinasi gerakan dilakukan antara lengan kiri bersamaan dengan kaki kanan dan lengan kanan bersamaan dengan kaki kiri. Nah itulah karakteristik jalan cepat yang sebenarnya sangat mirip dengan karakteristik jalan biasa. Wah ternyata tidak terasa kita sudah masuk ke materi jalan cepat yang terakhir yaitu manfaat jalan cepat. Khusus untuk manfaat jalan cepat ini kamu wajib tahu gan, karena ya untuk kebaikan dirimu sendiri. Langsung saja simak berikut ini. Manfaat Jalan Cepat manfaat jalan cepat Setelah mematuhi beberapa teknik, tahapan, aturan dan karakteristik jalan cepat di atas. Ada baiknya untuk mengenal beberapa manfaat yang akan didapatkan saat melakukan olahraga jalan cepat. Ada 5 manfaat jalan cepat, diantara lain adalah sebagai berikut 1. Jalan cepat dapat mengencangkan tubuh Manfaat olahraga jalan cepat yang pertama yaitu dapat mengencangkan tubuh. Bagi mereka yang mengalami penurunan berat badan secara drastis, biasanya kulit jadi mengendur. Olahraga jalan cepat mampu membuat kulit atau bagian tubuh menjadi lebih kencang lagi. 2. Jalan cepat dapat menyingkirkan lemak Manfaat jalan cepat juga membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat. Keringat yang banyak dihasilkan melalui pembakaran lemak dalam tubuh. Olahraga ini bisa menjadi solusi menurunkan berat badan. 3. Jalan Cepat bermanfaat untuk fleksibilitas tubuh Semakin rutin menggerakkan tubuh akan membuat tubuh jadi lebih fleksibel dan nyaman digerakkan. 4. Manfaat jalan cepat dapat melancarkan sirkulasi darah Bukan hanya mampu mengencangkan tubuh dan membakar lemak, namun juga mampu melancarkan peredaran darah. 5. Manfaat jalan cepat dapat meningkatkan tenaga Tubuh akan menjadi lebih bertenaga dan terbiasa saat melakukan olahraga ini secara rutin. Nah, itulah beberapa manfaat jalan cepat yang bisa anda dapatkan dengan melakukan olahraga jalan cepat. Selamat mencoba dan meraih manfaat dari olahraga jalan cepat! Alhamdulillah akhirnya pembahasan kita tentang materi olahraga jalan cepat telah selesai kita bahas dengan tuntas mulai dari sejarah jalan cepat, pengertian jalan cepat, teknik jalan cepat, tahapan atau fase jalan cepat, peraturan jalan cepat, karakteristik jalan cepat hingga manfaat-manfaat jalan cepat. Semoga bermanfaat ya.. Sejarah Jalan CepatPengertian Jalan CepatTeknik Jalan Cepat1. Teknik start jalan cepat2. Teknik melangkah jalan cepat3. Teknik finish jalan cepatTahapan Jalan Cepat1. Jelaskan fase tumpuan kedua kaki pada jalan cepat?2. Jelaskan fase tarikan dalam teknik dasar jalan cepat?3. Jelaskan fase relaksasi pada jalan cepat?4. Jelaskan fase dorongan dalam teknik dasar jalan cepat?Peraturan Jalan CepatKarakteristik Jalan CepatManfaat Jalan Cepat1. Jalan cepat dapat mengencangkan tubuh2. Jalan cepat dapat menyingkirkan lemak3. Jalan Cepat bermanfaat untuk fleksibilitas tubuh4. Manfaat jalan cepat dapat melancarkan sirkulasi darah5. Manfaat jalan cepat dapat meningkatkan tenaga
2 Teknik mencapai finish dalam perlombaan lari dilakukan dengan cara mendahulukan Jawaban: dada. 3. Posisi badan saat semakin cepat seseorang berlari adalah Jawaban: condong ke depan. 4. Lari jarak pendek menempuh jarak . m. Jawaban: 100 m, 200 m, dan 400 m. 5. Ambil posisi jongkok. Letakan tangan di tanah/tempat melakukan lari.
Apakah Moms ingin olahraga tetapi menghindari yang terlalu menguras tenaga? Maka, Moms bisa mencoba olahraga jalan cepat atau disebut juga race adalah cabang olahraga atletik yang menitikberatkan pada disiplin dan presisi langkah jalan cepat dilakukan dengan cara mengayunkan kaki ke depan tanpa memutuskan hubungan kaki belakang dengan jika melihat maknanya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, jalan cepat adalah salah satu cabang olahraga atletik yang tempuhnya adalah 5 km, 10 km, 20 km, dan 50 jalan cepat bisa diartikan sebagai gerakan ke depan tanpa mengalami hubungan terputus dengan Moms ketahui sejarah, teknik dasar jalan cepat dan manfaatnya untuk kesehatan melalui ulasan berikut ini!Baca Juga 15 Gerakan Olahraga Mengecilkan Perut, Bye Perut Buncit!Sejarah Jalan CepatFoto Jalan Kaki Orami Photo Stock Setelah memahami pengertiannya, kini Moms juga perlu tahu sejarah jalan jalan cepat berasal dari aktivitas judi kaum bangsawan di era Victoria Inggris 1837-1901.Mengutip Olympic, pada masa itu, kaum bangsawan di Inggris sering kali memasang taruhan untuk pelayannya yang berjalan cepat di sisi pelatih yang sedang mengendarai berjalan waktu, jalan cepat telah menjadi bagian cabang olahraga yang dilombakan secara Olympic Games juga telah menetapkan jalan cepat sebagai salah satu nomor di cabang olahraga atletik yang dilombakan sejak 1904 hingga jalan cepat yang dilombakan pada Olimpiade musim panas adalah 20 kilometer putra dan putri serta 50 kilometer putra.Sementara itu di Indonesia, organisasi yang menaungi olahraga jalan cepat adalah PASI atau Persatuan Atletik Seluruh Indonesia yang berdiri sejak 3 September Juga Macam-Macam Cedera Olahraga yang Sering Terjadi, Hati-hati!Teknik Dasar Jalan CepatFoto Teknik Dasar Jalan Cepat ini adalah teknik dasar jalan cepat yang perlu diketahui1 . Teknik Awalan StartIni adalah teknik awalan atau start yang dilakukan untuk memulai jalan melakukan start jalan cepat adalah sebagai berikutMoms harus memasang sikap bersedia dengan berdiri di belakang garis petugas memberikan aba-aba "bersedia", letakkanlah salah satu kaki lurus ke belakang dan kaki lainnya digerakkan ke depan posisi masih di belakang garis start. Adapun, posisi lutut sedikit badan juga harus lurus dan agak maju ke depan, sementara kedua tangan berada di sisi tubuh dalam kondisi harus menumupukan berat badan ke kaki bagian petugas memberikan aba-aba "ya" atau membunyikan pistol start, gerakkanlah kaki belakang ke depan bersamaan dengan mengayunkan tangan ke belakang dan depan secara Posisi BadanSikap badan yang benar saat melakukan jalan cepat adalah menghadap lurus ke itu, siku membentuk sudut 90 derajat dan tangan digerakkan secara harmonis dengan langkah Teknik Langkah KakiLangkah kaki saat jalan cepat adalah kaki digerakkan ke depan dengan berat badan atau beban tubuh bertumpu di saat jalan cepat dan melakukan gerak melangkah ke depan, posisi kaki tumpu adalah kontak dengan posisi lutut kaki yang benar saat melakukan gerakan topang depan pada jalan cepat adalah Teknik Akhiran FinishTeknik finish yang benar dalam perlombaan jalan cepat adalah tidak langsung berhenti saat menyentuh garis Moms tetap melakukan gerakan jalan cepat setidaknya sampai sejauh lima meter dari garis sudah menyentuh garis finish, gerakan kaki Moms bisa diperlambat sampai akhirnya benar-benar Juga Macam-Macam Cabang Olahraga Atletik, Jenis, dan SejarahnyaYang Tidak Boleh Saat Melakukan Gerakan Jalan CepatFoto Joging perlombaan jalan cepat pun ada sejumlah larangan yang harus dihindari dan tidak boleh pejalan cepat melakukan larangan-larangan tersebut, maka ia bisa dianggap sudah melakukan mereka bisa mendapat hukuman aturan resmi perlombaan jalan cepat, jika pelanggaran terjadi sebanyak tiga kali, juri kompetisi dapat mendiskualifikasi atlet yang hukuman diskualifikasi membuat atlet harus keluar dari lintasan jalan cepat sebelum mencapai garis berikut ini sejumlah larangan yang tidak boleh dilakukan dalam jalan cepatKaki tidak boleh kehilangan kontak dengan tanah atau terlepas dari permukaan tanah. Jadi, saat salah satu kaki digerakkan ke depan, tapak kaki belakang harus tetap menyentuh tanah. Tapak kaki belakang boleh diangkat dari tanah saat kaki di depan sudah menapak tidak boleh terlalu condong ke arah depan atau tertinggal di juga tidak boleh menarik atau menurunkan titik pusat gravitasi badan saat melakukan jalan tidak boleh mendorong titik gravitasi menurut jalur Juga Moms, Ketahui 12 Manfaat Pemanasan Sebelum OlahragaManfaat Melakukan Jalan Cepat untuk KesehatanFoto Jalan Kaki Orami Photo StockSeperti yang sudah dibahas, race walking adalah jenis latihan dengan berjalan kaki lebih cepat, meski tidak secepat aturan kecepatan latihan ini adalah satu kilometer dalam 12 menit atau jarak 5 kilometer ditempuh dalam waktu satu melakukannya, Moms bisa menghitung kecepatan jalan dengan bantuan jam tangan olahraga atau aplikasi yang ada di American Heart Association yang diterbitkan bulan Februari 2013, race walking memiliki beberapa misalnya ia mampu mengurangi risiko tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan juga bisa melakukan olahraga ini kapan saja, di hari libur atau sehabis pulang hanya perlu menyetel penghitung waktu dan langkah menambah kecepatan berjalan, kuncinya adalah memosisikan tubuh, langkah, dan gerakan tangan dan juga kaki yang Moms berjalan, hitung irama kaki juga supaya lebih Juga 12 Masalah Kesehatan Akibat Kurang Olahraga, Bisa Picu Pertumbuhan Kanker!Yuk Moms, Lakukan Jalan Kaki 30 Menit SehariFoto Olahraga Jalan Cepat Moms tidak perlu menjadi atlet untuk bisa menuai manfaat jalan kaki cepat. Jadi, lakukan saja olahraga ini ke dalam aktivitas Moms memiliki anjing peliharaan, Moms mungkin sudah sering tidak, cobalah untuk menjadikan jalan kaki sebagai bagian dari rutinitas harian, baik sendirian atau bersama teman atau ke tempat kerja jika terlalu jauh atau tidak aman, para ahli juga merekomendasikan berjalan kaki ke stasiun kereta api atau parkir beberapa blok jauhnya dari juga dapat berjalan cepat saat istirahat makan siang dan mungkin Moms akan menemukan bahwa ketika duduk di meja lagi, pikiran jadi lebih jernih dan lebih mudah untuk menyelesaikan caranya, Moms pasti bisa. Cobalah untuk berjalan kaki selama 30 menit yang Moms tempuh dalam 30 menit tergantung pada tingkat kebugaran mungkin bisa berjalan beberapa kilometer dalam waktu setengah jam, tetapi jika Moms tidak bisa, jangan memotivasi diri sendiri, lacak langkah menggunakan smartphone, atau coba saja berjalan beberapa blok setiap Moms membiasakan berjalan cepat secara teratur, kemungkinan besar daya tahan dan kecepatan akan meningkat tak lama lagi.
Berikutini ialah merupakan teknik dasar jalan cepat : Teknik awalan : teknik awalan ialah merupakan teknik yang dimana dilakukan oleh atlet sesaat sebelum memulai lari. Tahapan-tahapan atlet pada teknik start adalah sikap bersedia dan ketika petugas membunyikan aba-aba untuk bersedia, maka letakkan salah satu kaki lurus ke belakang sementara kaki lainnya digerakkan ke depan, posisi badan

- Teknik olahraga jalan cepat atau race walking terdiri dari empat tahapan, mulai dari teknik awalan start, cara melangkah, teknik ayunan lengan, dan penyelesaiannya finishing. Keterampilan menguasai empat teknik itu menentukan atlet dalam memenangkan pertandingan olahraga jalan cepat. Secara definitif, olahraga jalan cepat merupakan cabang olahraga atletik. Fokusnya terletak pada disiplin dan presisi langkah kaki. Cara melakukannya dengan dengan mengayunkan kaki depan, tanpa memutuskan hubungan kaki belakang dengan tanah. Dilansir laman Olympic, sejarah jalan cepat berawal dari aktivitas judi kaum bangsawan di era Victoria Inggris 1837-1901. Para bangsawan Inggris kerap bertaruh untuk pelayannya yang berjalan cepat di sisi pelatih yang mengendarai kuda. Kegemaran ini menyebar luas. Lambat laun jalan cepat menjadi bagian cabang olahraga atletik. Pertandingan olahraga jalan cepat pertama kali dihelat pada kompetisi Olympic Games tahun 1904. Organisasi yang menaungi olahraga jalan cepat di Indonesia adalah PASI atau Persatuan Atletik Seluruh Indonesia yang berdiri sejak 3 September 1950. Olahraga ini belum cukup populer di Indonesia sehingga belum ada organisasi mandiri yang hanya berkecimpung di cabang olahraga jalan cepat. Berdasarkan jaraknya, lintasan olahraga jalan cepat yang diperlombakan terbagi menjadi dua jenis, sebagaimana dinyatakan Syahriad dalam buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2020 sebagai berikut Jalan cepat kategori putra adalah 20-50 kilometer Jalan cepat kategori putri adalah 10-20 kilometer Teknik dalam Olahraga Jalan Cepat Sederhananya, jalan cepat dilakukan dengan menggerakkan kaki ke depan sedemikian rupa, dengan syarat tapak kaki belakang harus tetap berkontak dengan tanah. Jika kedua kaki melayang dari permukaan tanah saat bergerak maju, seperti yang terjadi saat berlari, atlet dianggap melakukan pelanggaran. Perbedaan antara jalan cepat dan olahraga lari dapat dilihat di melakukan gerakan jalan cepat, kaki yang bergerak maju harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Kaki penyangga juga mesti lurus, tidak bengkok di bagian lutut sesaat dalam posisi tegak. Pelaksanaan jalan cepat yang ideal mengikuti alur empat teknik jalan cepat, terdiri dari teknik awalan, cara melangkah, teknik ayunan lengan, dan penyelesaiannya finishing. Berikut ini penjelasan mengenai empat teknik dalam olahraga jalan cepat, sebagaimana dikutip dari Atletik Nomor Jalan Cepat 2020 yang ditulis Mochamad Awalan StartSebenarnya, tidak ada teknik khusus yang perlu dipelajari dalam tahap awalan atau start jalan cepat. Umumnya, para peserta akan berdiri bersiap. Ketika ada aba-aba "Bersedia", peserta menempatkan posisi kaki berada di belakang garis start, sementara kaki kanan berada di samping belakang kaki kiri. Posisi badan agak condong ke depan. Kedua tangan rileks. Saat disuarakan aba-aba "Ya" atau tembakan pistol, peserta segera melangkahkan kaki kanan ke depan, yang disusul kaki kiri, serta terus berjalan cepat. Cara MelangkahLangkah kaki dalam jalan cepat harus dalam posisi presisi. Cara melakukan tekniknya adalah sebagai berikut. Pejalan kaki mengangkat pahanya, kemudian mengayunkannya ke depan sekaligus lutut ditekuk. Karena ayunan paha bergerak ke depan, tungkai bawah juga ikut terayun, lutut kemudian menjadi lurus. Tapakkan tumit terlebih dahulu untuk menyentuh tanah. Bersamaan dengan ayunan kaki itu, kaki tumpu digerakkan dengan mengangkat tumit. Ujung kaki tumpu terangkat dari tanah, lalu berganti menjadi kaki ayun selanjutnya. Langkah kaki jangan sampai terlalu pendek. Teknik Ayunan LenganSelain perkara langkah kaki, ayunan lengan juga diperhatikan dalam olahraga jalan cepat. Cara melakukan teknik ayunan lengan dalam olahraga jalan cepat adalah sebagai berikut. Siku ditekuk sekitar 90 derajat. Ayunan lengan kiri mengarah ke depan seiring dengan mengangkat paha dan juga kaki kanan. Ada koordinasi antara lengan kiri bersamaan dengan kaki kanan, serta lengan kanan dengan kaki kiri. Penyelesaian FinishingSebagaimana teknik awalannya, penyelesaian atau finishing dalam olahraga jalan cepat juga tidak membutuhkan teknik khusus. Namun, lazimnya para atlet akan berjalan terus dengan cepat hingga melewati garis finish, baru kemudian dikendorkan langkahnya sesudah melewati kira-kira 3-5 juga Apa Itu Jalan Cepat? Apa yang Tidak Boleh Dilakukan di Gerakannya? Apa Perbedaan Antara Jalan Cepat dan Lari dalam Olahraga Atletik? Rekor Baru Catatan Waktu Jalan Cepat - Pendidikan Penulis Abdul HadiEditor Iswara N Raditya

Saatmencapai finish, sikap dan teknik peserta jalan cepat adalah - 18852032 Sandijoy4733 Sandijoy4733 04.11.2018 Penjaskes Sekolah Menengah Pertama terjawab Saat mencapai finish, sikap dan teknik peserta jalan cepat adalah 1 Lihat jawaban mmmm Jelaskan Cara Melakukan Rangkaian Gerakan Guling Depan Dan Guling Belakang
Dalam perlombaan jalan cepat,dimana seorang peserta sebelum memasuki garis finish tiba-tiba terjatuh dan pingsan. Apa tindakan juri terhadap kejadian tersebut? Apakah perlombaan diteruskan atau dihentikan? Berilah penjelasan sesuai dengan peraturan perlombaan atletik yang berlaku.​ Tidakan Juri Tindakan Juri Terhadap Kejadian Tersebut Adalah Segera Menolong Peserta Perlombaan Harus Dihentikan ?Tidak, Karena Juri Hanya Membantu Peserta Dan Jika Lomba Dihentikan Yg Akan Rugi Adalah Peserta Yg Atletik Tidak Boleh CurangItu Saja Jawabannya Dan Senang Bisa Membantu
RPPPenjas Kls VII semester 1 dan 2. Joko ` Siswanto. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper. 33 Full PDFs related to this paper. Read Paper. Download Download PDF. Download Full PDF Package.
- Teknik melewati garis finis merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki atlet jalan cepat. Jalan cepat atau disebut juga dengan istilah racewalking adalah salah satu nomor dalam cabang olahraga dari Modul 3 Sehat-Bugar untuk Tua-Muda Atletik Jalan dan Lari 2017 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pengertian jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Selama melangkah, kaki yang bergerak maju harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Nomor jalan cepat yang dilombakan pada ajang Olimpiade adalah 20 kilometer putra dan putri serta 50 kilometer putra. Baca juga Peraturan Jalan Cepat Ada 4 empat teknik dasar yang harus dikuasai oleh atlet jalan cepat. Keempat teknik dasar jalan cepat itu adalah teknik awalan atau start, posisi badan, langkah kaki, dan teknik akhiran melewati garis finis. ANTARA FOTO / SIGID KURNIAWAN Atlet jalan cepat Indonesia, Hendro kedua kiri, bertanding pada final jalan cepat meter putra SEA Games XXIX di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa 22/8/2017. Hendro berhasil pecahkan rekor dan menyabet emas dengan catatan waktu satu jam 32 menit 11 detik. Baca juga Rangkaian Gerak dalam Jalan Cepat Teknik melewati garis finis Saat melewati garis finis, seorang pejalan cepat harus menggunakan teknik yang benar. Lantas bagaimana teknik melewati garis finish dalam perlombaan jalan cepat? Teknik memasuki garis finis dalam lomba jalan cepat adalah dengan berjalan sekuat tenaga tanpa mengurangi kecepatan. ANTARA FOTO / SIGID KURNIAWAN Atlet jalan cepat Indonesia, Hendro, melakukan selebrasi setelah memasuki garis finis pada final jalan cepat meter putra SEA Games XXIX di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa 22/8/2017. Hendro berhasil pecahkan rekor dan menyabet emas dengan catatan waktu satu jam 32 menit 11 detik. Baca juga Prinsip Dasar Gerakan Kaki Jalan Cepat Teknik finis yang benar dalam perlombaan jalan cepat adalah tidak langsung berhenti ketika menyentuh garis finis. Sebakinya, tetap melakukan gerakan jalan cepat setidaknya sampai sejauh lima meter dari garis finis. Setelah menyentuh garis finis, gerakan bisa diperlambat sampai akhirnya benar-benar berhenti. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Saatmelangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus lurus/lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus. Tumit kaki mendarat terlebih dahulu. Saat melangkah panggul rileks Dalam kompetisi jalan cepat umumnya menggunakan lintasan lebih dari 3000 meter hingga 100 kilometer. .
  • sddlesv2nw.pages.dev/70
  • sddlesv2nw.pages.dev/109
  • sddlesv2nw.pages.dev/187
  • sddlesv2nw.pages.dev/458
  • sddlesv2nw.pages.dev/471
  • sddlesv2nw.pages.dev/173
  • sddlesv2nw.pages.dev/445
  • sddlesv2nw.pages.dev/127
  • saat mencapai finish sikap dan teknik peserta jalan cepat adalah