Fitnah yang dimaksud dalam ayat di atas adalah ujian. Allah uji manusia dengan kebaikan dan keburukan. Orang yang diuji dengan kejelekan ia bersabar dan ketika diuji dengan kenikmatan ia bersyukur, inilah orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan.
Tiap argumen yang disampaikan tidak mungkin ditolak karena sama-sama berlandaskan pada Al Qur’an, As Sunnah dan perkataan sahabat. Imam Ahmad rahimahullah juga memiliki dua pendapat dalam hal ini. Pendapat pertama: orang kaya yang pandai bersyukur lebih utama. Pendapat kedua: orang miskin yang selalu bersabar lebih utama.

Kita juga harus selalu bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan, dan tetap harus bersabar untuk mengusahakan apa yang belum terwujud. Menjadi pribadi yang sabar dan bersyukur memang tak mudah. Namun, bukan berarti tidak bisa apalagi dengan sabar dan bersyukur bisa membuat hidup ini jadi lebih bahagia.

Karena bersabar juga dapat diartikan menahan diri dari perbuatan maksiat. Begitu juga dalam menghadapi cobaan, kita pun harus bersabar serta bersyukur. Firman Allah SWT, “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur” (QS Luqmaan: 31).
Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196. Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079] SABAR MENGHADAPI COBAAN Bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenarnya. Yang berarti menjalankan perintah Allah dan
Orang-orang yang sukses di dunia ini senantiasa menyisakan cerita unik tentang dinamika dan pasang surut perjuangan, jatuh bangun dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Tanpa jiwa yang kuat dan sabar maka tidaklah mungkin seseorang akan mencapai kesuksesan hidup. Sabar merupakan harta mati bagi sebuah kesuksesan.

Setelah 950 tahun lamanya beliau bersabar, Allah kirimkan adzab kepada kaumnya. Lihatlah kesabaran Nabi Hud, kesabaran Nabi Ibrahim, kesabaran para Nabi ketika mereka diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ujian dan merekapun bersabar. Allah berikan kepada mereka suatu kemenangan yang luar biasa. Lihat para ulama yang bersabar.

Semoga kita menjadi hamba yang bersyukur. Baca Juga: Manakah yang Lebih Utama: Orang Kaya yang Pandai Bersyukur ataukah Orang Miskin yang Selalu Bersabar? Hamba Allah dan Budak Dunia; Referensi: Fath Al-Qadir Al-Jam’u bayna Fanni Ar-Riwayah wa Ad-Dirayah min ‘Ilmi At-Tafsir. Cetakan kedua, Tahun 1426 H. Muhammad bin ‘Ali Asy-Syaukani. “(Makna ayat ini) yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa”. * MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE? Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. .
  • sddlesv2nw.pages.dev/476
  • sddlesv2nw.pages.dev/275
  • sddlesv2nw.pages.dev/387
  • sddlesv2nw.pages.dev/110
  • sddlesv2nw.pages.dev/58
  • sddlesv2nw.pages.dev/369
  • sddlesv2nw.pages.dev/5
  • sddlesv2nw.pages.dev/284
  • ceramah tentang bersyukur dan bersabar